Sabtu, 04 Mei 2013

TEKORNYA SANG AUDITOR

Minggu ini kebagian tugas audit di salah satu unit tempat aku bekerja, sebenarnya aku gak ada bakat di bidang ini tapi entah angin jenis apa yang membawaku terpilih ke tim ini tapi asik juga sih bisa ninggalin kantor yang akhir-akhir ini bikin mumet. 
Audit hari pertama berjalan dengan biasa saja ibarat nasi goreng gak pake telor ceplok jadi gak ada yang spesial, meski lumayan bikin rekan-rekan unit kelabakan. Hari ke dua pun sebenarnya berjalan biasa saja, yang luar biasa sebenarnya bukan proses auditnya tapi kejadian di luar audit. 
Tepat pukul 12.00 WIB, saatnya menunaikan shalat jum'at sebagai salah satu kewajiban kaum pejantan. Aku dan beberapa rekan audit pun bergegas menuju masjid terdekat, suasana ibadah shalat jum'at berjalan dengan khusuk, Sang Khatib mentarbiyah dengan berapi-api dan suara lantang cetar membahana membelah angkasa sehingga jamaah gak ada yang tidur (belum ada yang luar biasa yah?). 
Begitu selesai mengutarakan bait-bait doa kepada-Nya, aku pun bergegas keluar masjid, dari jauh aku melihat rekan-rekan sesama auditor sudah duduk berbanjar mengenakan sepatunya masing-masing, aku segera mempercepat langkah, namun betapa terkejutnya jiwa raga ini saat penampakan sepatuku tak terdeteksi oleh radarku, onde mande ......!, kemana perginya sepatu yang umurnya belum cukup seminggu menikmati kakiku yang imut-imut. Perasaan panik pun melanda, gusar bukan karena mikirin sepatunya tapi rasa malunya kalau terpaksa kudu jalan nyeker sejauh 100 meter di atas aspal di bawah terik matahari (yang kebetulan lagi gak diskon) balik ke kantor.

Setelah menunggu tak kurang dari 10 menit, orang yang aku anggap meminjam sepatu baruku itu (tetap positive-thinking) tak juga menampakkan batang congornya. Akhirnya, aku memutuskan untuk membuang rasa malu itu, dengan langkah tegap dan sedikit membusungkan dadaku yang lapang serta sudut dagu lancipku sedikit ke atas, aku melangkah tanpa ragu dengan memotivasi jiwa bahwa di depan sana (kantor tempat aku mengaudit) sepatu baruku sudah menunggu. Aku betul-betul menikmati sauna kaki, semoga dijauhkan dari reumatik. Sejujurnya, saat itu sangat membutuhkan pintu ajaib atau baling-baling bambu Doraemon.

(03 Mei 20013 20.38 WIB @JT 0337 flight PLB to CKG)

4 komentar:

  1. Lha...trus piye saq?endingnya bmana? Spatunya ktemu?

    BalasHapus
  2. Sampai hari ini masih dipinjam

    BalasHapus
  3. mpan,,,masukkan ke judul, judulnya...hehe,biar bisa diklik :)

    BalasHapus
  4. hehehe, iyah ntik, akhirnya memutuskan tuk beli sepatu baru dengan model yang sama

    BalasHapus